“ Jika timbunan toksin tidak dibersihkan, maka akan mengakibatkan iritasi, peradangan pada jaringan, dan menurunkan fungsi normal dari setiap organ tubuh “
Disadari atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kuman, racun (toksin) berada disekitar kita dan kita hidup bersama dengan mereka. “Ribuan hingga jutaan toksin berada di sekeliling kita dan siap melawan sistem kekebalan ubuh kita,” kata dr. M Rusmin, alumnus Fakultas Kedokteran, Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI), Jakarta.
Bila dibiarkan, lanjut Rusmin, racun-racun tersebut perlahan-lahan akan membahayakan kesehatan tubuh manusia.
Karyawan Dinas Kesehatan yang menjabat Kepala UPT di salah satu puskesmas di Pontang, Serang, Tangerang ini menjelaskan, toksinyang masuk kedalam tubuh menyebabkan tubuh mudah lelah, mudah sakit, wajah terlihat pucat, dan kurang bersemangat. “Toksin-toksin yang sering hinggap ditubuh manusia karena pengaruh lingkungan dan akibat gaya hidup yang tidak sehat.” Ujar pria kelahiran Padang pariaman, 22 Desember ini.
Rusmin menegaskan, orang yang tinggal dekat dengan tempat pembuangan limbah, kotor, asap atau emisi gas buangan kendaraan bermotor, sangat rawan terhadap serangan toksin. Selain itu, makanan yang dimakan juga bisa mengandung toksin yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh.
Begitu juga dengan obat farmasi. Apabila sulit diproses didalam tubuh, obat-obatan farmasi lama-lama akan menjadi racun didalam darah. Dampaknya akan merusak organ penting didalam tubuh.
Namun, ungkap Rusmin, dari semua itu gaya hidup manusia memiliki pengaruh yang besar terhadap serangan toksin. “orang yang terbiasa merokok dan terkena asap rokok besar kemungkinan terkena serangan penyakit jantung, kanker paru-paru, dan lainnya yang diakibatkan dari pengaruh toksin-toksin yang terdapat didalam rokok,”jelas Rusmin.
Toksin yang sebagian besar larut kedalam lemak, bila mengalami akumulasi dalam otak dan kelenjar endokrin, maka dapat menimbulkan disfungsi otak dan gangguan hormon (kesuburan).
Rusmin mengungkapkan, jika timbunan toksin tidak dibersihkan maka akan mengakibatkan iritasi, peradangan pada jaringan, menurunkan fungsi normal dari setiap organ tubuh. Selain itu juga akan merusak proses metabolisme tubuh dan menimbulkan beragam penyakit berbahaya, seperti alergi, asma, keterbelakangan mental, jantung, dan kanker.
“ Menetralkan racun .........
Tubuh manusia memiliki mekanisme detoksifikasi yang mengeluarkan racun-racun dari dala tubuh. Tuhan telah menciptakan liver sebagai pusat detoksifikasi alamiah yang mampu menetralisasikan semua racun didalam tubuh. Liver, organ paling utama dalam proses detok didalam tubuh, melakukan detoksifikasi setiap hari.
Ada dua fase proses detox, pertama liver mengubah sifat racun dari toksin atau dinetralkan. Kedua, toksin yang telah dinetralkan diubah sifat senyawanya sehingga larut dalam air dan dibuang keluar tubuh lewat urine dan keringat.
Tapi, kerja liver ini bisa terganggu jika racun terlalu banyak mengendap ditubuh kita. Akibatnya, fungsi liver bisa menurun. Tanda-tanda menurunnya fungsi liver, antara lain ditandai dengan tubuh mudah lelah, mual, kembung, beratbadan naik, asam urat naik, kadar kolesterol tinggi, masuk angin, kram, mudah lapar, hingga otot-otot terasa pegal.
Bila gejala-gejala seperti itu dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk memperbaiki fungsi liver, dampaknya bisa memunculkan penyakit degeneratif, seperti kanker, pengerasan liver, kencing manis, darah tinggi, jantung koroner, stroke, dan penuaan dini.
Para pakar kesehatan mengemukakan kesehatan tubuh itu sebenarnya berawal dari usus besar yang sehat. Pola makan dan pola hidup yang tak sehat akan menyisakan kerak yang menempel di dinding usus besar.
Selama kerak didinding usus besar tidak dibersihkan, proses penyerapan racun akan terus berlangsung. Selanjutnya, racun akan masuk ke pembuluh darah dan membebani kerja liver sebagai pusat metabolisme yang bekerja membongkar semua sampah.
Meski secara alamiah tubuh manusia mampu melakukan detox setiap hari, kemampuan tubuh manusia untuk membuang toksin terbatas. Ditambah lagi jika gaya hidup tidak sehat dan lingkungan tempat tingal banayk polusi, kemampuan liver untuk melakukan detoksifikasi semakin tidak optimal.
Untuk mengoptimalkan kerja liver dalam melakukan detoksifikasi itu bisa dibantu dengan mengonsumsi makanan tambahan/suplemen.Produk makanan tambahan itu untuk mengoptimalkan kerja liver. Namun, menerapkan “ Gaya Hidup Sehat “ jauh lebih penting agar tak banyak jumlah racun yang masuk ke tubuh kita.
Sumber : Republika
09 Oktober 2008
Cuci tangan, penting kah?
Cuci tangan perlu menjadi gaya hidup. Pasalnya dari kebiasaan sederhana ini kualitas kesehatan kita pun bakal meningkat. Kebiasaan ini penting dimulai sejak kanak-kanak.
"Lebih sulit mengubah kebiasaan orang daripada memulai menumbuhkan kebiasaan mencuci tangan," jelas Dr. Handrawan Nadesul, di Jakarta, Kamis (18/9).
Kata Hans, begitu dokter ini kerap disapa, ada banyak penyakit yang bisa ngendon dalam tubuh kita bila kerap lalai mencuci tangan. Mulai dari bisul, jerawat, tifus, leptospirosis, jamur, polio, disentri, diare, kolera, cacingan, hepatitis A, SARS hingga flu burung.
Penyakit-penyakit ini dengan mudah memasuki tubuh lewat tangan yang tercemar kuman, virus, parasit. Entah saat memegang pintu, memijit tombol lift, bersalaman, memegang uang, kursi atau barang apa saja.
Dari tangan yang tercemar, kuman masuk ke mulut lewat makanan yang kita pegang. Jadi tangan menjadi jembatan tersebarnya kuman dari kotoran atau tinja ke mulut.
"Karena itu penyakit-penyakit seperti gastroenteritis, kolera, disentri, tifus, cacingan, hepatitis A, leptospirosis, polio dan candidiasis disebut sebagai infeksi fecal-oral. Fecal itu tinja dan oral itu mulut." jelas Hans.
Beban ongkos gara-gara menyelepekan kebiasaan ini cukup besar. Cacingan misalnya. Kasus cacingan yang kerapkali menyerang anak usia 5 hingga 14 tahun ini menghabiskan biaya pengobatan hingga 30-33 miliar per tahun. "Itu menurut data dari WHO," jelas Hans.P
adahal angka kasus diare di Indonesia mencapai 301 per 1.000 penduduk dan angka tifus mencapai 300-810 per 1.000 penduduk. Masih ditambah dengan kasus lainnya. Akibat sanitasi yang buruk dan kebiasaan yang tidak sehat ini ongkos yang dibuang Pemerintah Indonesia setiap tahunnya menurut WHO mencapai 6 miliar dolar Amerika.
(www.promosikesehatan.com)
"Lebih sulit mengubah kebiasaan orang daripada memulai menumbuhkan kebiasaan mencuci tangan," jelas Dr. Handrawan Nadesul, di Jakarta, Kamis (18/9).
Kata Hans, begitu dokter ini kerap disapa, ada banyak penyakit yang bisa ngendon dalam tubuh kita bila kerap lalai mencuci tangan. Mulai dari bisul, jerawat, tifus, leptospirosis, jamur, polio, disentri, diare, kolera, cacingan, hepatitis A, SARS hingga flu burung.
Penyakit-penyakit ini dengan mudah memasuki tubuh lewat tangan yang tercemar kuman, virus, parasit. Entah saat memegang pintu, memijit tombol lift, bersalaman, memegang uang, kursi atau barang apa saja.
Dari tangan yang tercemar, kuman masuk ke mulut lewat makanan yang kita pegang. Jadi tangan menjadi jembatan tersebarnya kuman dari kotoran atau tinja ke mulut.
"Karena itu penyakit-penyakit seperti gastroenteritis, kolera, disentri, tifus, cacingan, hepatitis A, leptospirosis, polio dan candidiasis disebut sebagai infeksi fecal-oral. Fecal itu tinja dan oral itu mulut." jelas Hans.
Beban ongkos gara-gara menyelepekan kebiasaan ini cukup besar. Cacingan misalnya. Kasus cacingan yang kerapkali menyerang anak usia 5 hingga 14 tahun ini menghabiskan biaya pengobatan hingga 30-33 miliar per tahun. "Itu menurut data dari WHO," jelas Hans.P
adahal angka kasus diare di Indonesia mencapai 301 per 1.000 penduduk dan angka tifus mencapai 300-810 per 1.000 penduduk. Masih ditambah dengan kasus lainnya. Akibat sanitasi yang buruk dan kebiasaan yang tidak sehat ini ongkos yang dibuang Pemerintah Indonesia setiap tahunnya menurut WHO mencapai 6 miliar dolar Amerika.
(www.promosikesehatan.com)
17 September 2008
TIPS Agar Tetap Segar Selama Puasa
KETIKA berpuasa, bahan makanan yang masuk (intake) berbeda dengan energi yang dikeluarkan (outtake) selama beraktivitas. Itu sebabnya, selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pun harus dijaga.
Untuk itu, perlu diperhatikan pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh tetap segar dan bugar sepanjang hari selama berpuasa.
Pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidaklah sebanyak hari-hari biasa. Untuk itu ada kiat-kiat khusus agar tubuh tetap segar dan fit selama berpuasa.
Agar kondisi tetap prima kendati tengah berpuasa, simak tips-tips kesehatan ini.
Ada yang bilang biar tetep bugar selama puasa harus :
1. NIAT PUASA
2. TETAP MAKAN SAHUR
3. HINDARI MAKANAN DAN MINUMAN YANG BANYAK MENGANDUNG GULA SAAT SAHUR
4. SEGERA BERBUKA PUASA PADA WAKTUNYA
5. BEROLAHRAGA DI BULAN RAMADHAN
6. MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SELAMA BERPUASA
Emang Gimana Salah Gituh...???
Whois... tenang saudara-saudara itu semua memang benar, tapi apabila ditambah hal-hal di bawah ini, insya allah puasa ente-ente semue nye kage bakel nyampe memble deh,,, busyet.
Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber-AC.
Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak, setup, ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda.
Jangan langsung minum air dingin atau es, sebaliknya biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila Anda langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.
Kemudian beristirahatlah kurang lebih satu jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah dihidangkan. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makanan asinan.
Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak "kaget". Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.
Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.
Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.
Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.
Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.
Bagi mereka yang berat badannya melebihi berat badan ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterolnya, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, es krim. "Selain lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng."
Sedang bagi mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susunya dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).
Bagi mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali
Sumber : http://www.kompas.co.id
Untuk itu, perlu diperhatikan pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh tetap segar dan bugar sepanjang hari selama berpuasa.
Pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidaklah sebanyak hari-hari biasa. Untuk itu ada kiat-kiat khusus agar tubuh tetap segar dan fit selama berpuasa.
Agar kondisi tetap prima kendati tengah berpuasa, simak tips-tips kesehatan ini.
Ada yang bilang biar tetep bugar selama puasa harus :
1. NIAT PUASA
2. TETAP MAKAN SAHUR
3. HINDARI MAKANAN DAN MINUMAN YANG BANYAK MENGANDUNG GULA SAAT SAHUR
4. SEGERA BERBUKA PUASA PADA WAKTUNYA
5. BEROLAHRAGA DI BULAN RAMADHAN
6. MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SELAMA BERPUASA
Emang Gimana Salah Gituh...???
Whois... tenang saudara-saudara itu semua memang benar, tapi apabila ditambah hal-hal di bawah ini, insya allah puasa ente-ente semue nye kage bakel nyampe memble deh,,, busyet.
Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber-AC.
Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak, setup, ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda.
Jangan langsung minum air dingin atau es, sebaliknya biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila Anda langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.
Kemudian beristirahatlah kurang lebih satu jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah dihidangkan. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makanan asinan.
Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak "kaget". Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.
Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.
Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.
Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.
Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.
Bagi mereka yang berat badannya melebihi berat badan ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterolnya, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, es krim. "Selain lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng."
Sedang bagi mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susunya dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).
Bagi mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali
Sumber : http://www.kompas.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)