29 Juli 2008

Chikungunya....??

(Dinkes Sumedang).
Mungkin sebagian pembaca baru mengetahui apakah penyakit yang dinamakan "Chikungunya" ini. Padahal penyakit yang dilaporkan kejadiannya pertamakali di Tanzania pada tahun 1952, Uganda tahun 1963, Sinegal tahun 1967, 1975 dan 1983, Angola tahun 1972. Afrika Selatan tahun 1976, Ziare dan Zambia di Afrika Tengah pada tahun 1978-1979. Pada tahun 1950 mulai menyebar ke wilayah Asia yaitu India, Filipina, Thailand, Myanmar dan Vietnam.

Demam Chikungunya di Indonesia dilaporkan pertama kali terjadi di Samarinda, kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa (KLB) demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Setahun kemudian, demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Jumlah kasus chikungunya yang terjadi sepanjang tahun 2001-2003 mencapai 3.918 kasus tanpa kematian.


Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.

Chikungunya di Kabupaten Sumedang pertamakali terlaporkan terjadi pada tahun 2007 sebanyak 240 orang yang tersebar di 6 kecamatan dan pada tahun 2008 sampai dengan bulan Juni terlaporkan sebanyak 158 orang.

Penyebaran penyakit Chikungunya di Indonesia terjadi pada daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue. KLB sering terjadi pada awal dan akhir musim hujan. Banyaknya tempat perindukan nyamuk sering berhubungan dengan peningkatan kejadian penyakit Chikungunya.

Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan.
Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang.

Masih banyak anggapan di kalangan masyarakat, bahwa demam Chikungunya atau flu tulang atau demam tulang sebagai penyakit yang berbahaya, sehingga membuat panik. Tidak jarang pula orang meyakini bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Memang, sewaktu virus berkembang biak di dalam darah, penderita merasa nyeri pada tulang-tulangnya terutama di seputar persendian sehingga tidak berani menggerakkan anggota tubuh. Namun, bukan berarti terjadi kelumpuhan.

Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari. Virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan.
Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikungunya.Yang penting setelah berobat cukup istirahat, minum dan makanan bergizi.

Bagi penderita sangat dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Setelah lewat lima hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula. Vitamin peningkat daya tahan tubuh juga bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini.Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang. Minum banyak air putih juga disarankan untuk menghilangkan gejala demam.

Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari.

Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut.

25 Juli 2008

SEHAT DALAM HITUNGAN MENIT !!!

Kesibukan individu dalam kegiatan sehari -hari telah melupakan banyak hal. Hal-hal yang sebetulnya sederhana dan sebaiknya dikerjakan, terkadang diabaikan. Manusia dalam mengisi kehidupannya melakukan berbagai aktivitas melalui berbagai kegiatan. Daftar panjang pekerjaan yang harus dilakukannya telah banyak melupakan banyak hal. Sebagian besar waktu digunakan untuk menyelesaikan tuntutan hidup. Padahal banyak masalah yang terabaikan yang mungkin mempunyai nilai yang tinggi bagi dirinya dimana salah satunya adalah kesehatan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan berkaitan dengan masalah kesehatan agar menjadi kebiasaan atau perilaku sehari-hari.


2 MENIT UNTUK BEBAS DARI PENYAKIT DIARE. Atau HANYA PERLU 2 MENIT UNTUK SEHAT !!

Kebersihan tangan adalah pangkal hidup sehat ! Kita sering mendengar seseorang sakit perut atau diaree setelah menyantap makanan yang dihidangkan baik direstoran maupun dipesta-pesta ataupun makanan yang disiapkan dirumah sendiri !. Tangan telah diyakini menjadi wahana yang penting dalam penularan penyakit, khususnya penyakit yang ditularkan melalui mulut, misalnya diare. Tangan menjadi kotor setelah yang bersangkutan membuang air besar, menangani anak yang buang air besar, atau aktivitas lainnya yang berhubungan dengan pegang-memegang. Menurut penelitian yang pernah dilakukan, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, menyiapkan makanan atau setelah buang air besar di Indonesia masih sangat rendah. yaitu hanya sekitar 7%. Kurangnya pengetahuan tentang akibat berbahaya dari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan. Nah untuk bebas dari penyakit yang mungkin menyerang , mencuci tangan yang benar adalah sangat dianjurkan . Cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih melalui kran, pancuran atau gayung pembilas yang dilakukan setelah buang air besar, sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan . Cara ini sangat mudah dan sederhana serta tidak memakan waktu lama, hanya 2 menit saja namun hasil yang dapat diperoleh adalah sangat luar biasa !!


30 MENIT UNTUK BEBAS DARI DEMAM BERDARAH !!

Lingkungan yang buruk dan kotor sangat berpotensi memelihara penular bibit penyakit demam berdarah yaitu nyamuk. . Nyamuk Aedes aegypti dapat dijumpai pada keleng-keleng bekas , atau tandon air yang tidak terawat atau lainnya yang merupakan pencerminan masyarakat yang kurang perhatian terhadap lingkungan dan kebersihan.Dalam rangka upaya PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) maka salah satu upaya yang dilakukan di Kabupaten Sumedang adalah menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan kerja bakti secara serentak selama 30 menit dilingkungnnya pada tiap hari Jum’at pukul 9.00 s/d 9.30. Kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3 M ( Menguras, Menutup dan Mengubur ). Sudah dapat dipastikan jika ini dilakukan secara terus menerus selama 6 bulan berturut-turut Demam Berdarah tidak akan menjadi masalah lagi.


3 M Plus adalah tindakan yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk Demam Berdarah dengan cara :Menguras Menguras tempat-tempat penampungan air seperti : bak mandi / WC, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali.
  • Menutup. Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain

  • Mengubur. Mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar / di luar rumah yang dapat menampung air hujan Plus tindakan memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk

  • Membunuh jentik nyamuk Demam Berdarah di tempat air yang sulit dikuras atau sulit air dengan menaburkan bubuk Temephos (abate) atau Altosid 2 – 3 bulan sekali dengan takaran 1 gram abate untuk 10 liter air atau 2,5 gram Altosid untuk 100 liter air. Abate dapat diperoleh di puskesmas se-Kabupaten Sumedang

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk , mencegah gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk gosok , memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dan tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar. (all source )

Satu Miliar Meninggal Akibat Rokok/Hari


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah laporannya, Kamis (7/2), memperkirakan sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia akan meninggal akibat rokok pada abad 21 jika pemerintah dan warga sipil tidak segera bertindak mengatasi epidemik penggunaan tembakau. “Seratus juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ke-21. Bila tidak dikendalikan, kematian yang berkaitan dengan tembakau akan meningkat lebih dari delapan juta per tahunnya pada 2030, dan 80 persen dari kematian tersebut akan terjadi di negara-negara berkembang,” ungkap laporan yang disampaikan Director General WHO, Margaret Chan, dalam jumpa pers bersama dengan Walikota New York, Michael Bloomberg.


Angka tersebut merupakan hasil sebuah studi yang mengungkapkan data-data penting penggunaan serta kontrol tembakau di negera-negara yang mewakili lebih dari 99 persen populasi dunia. Riset juga merekomendasikan perlunya penerapan enam strategi berlapis untuk memerangi epidemik tersebut. Enam strategi ini adalah memantau penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahannya, melindungi masyarakat dari rokok, menawarkan bantuan untuk berhenti menggunakan tembakau, memperingati akan bahaya tembakau, menerapkan larangan bagi promosi dan iklan produk tembakau, serta menaikkan pajak produk tembakau “Selagi upaya memerangi tembakau mendapatkan momentumnya, secara virtual seluruh negara harus lebih berperan. Ada enam strategi yang dapat diterapkan setiap negara dan ketika dikombinasikan menjadi seuatu paket, maka semua itu akan memberi kita kesempatan terbaik untuk membalikkan epidemik yang berkembang ini,” ungkap Chan.



Laporan WHO juga mencatat bahwa penggunaan tembakau telah berkembang dengan sangat cepat di negara-negara berpendapatan rendah. Dengan pertumbuhan populasi tetap, negara-negara ini menjadi sasaran industri tembakau, sehingga jutaan orang setiap tahunnya menjadi pecandu. Dikatakan pula dalam laporan itu, hampir dua pertiga dari perokok di dunia tinggal di 10 negara : yakni China ( 30 persen), India (10 persen), Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Brazil, Bangladesh, Jerman dan Turki.



Laporan itu juga mencatat, hanya lima persen dari populasi dunia terlindung oleh undang-undang nasional anti-rokok yang komprehensif. Sedangkan setengah populasi lainnya — dua pertiganya hidup di negara berkembang — bahkan tidak memiliki data minimal tentang penggunaan tembakau. “Di banyak negara, penggunan tembakau lebih tinggi di antara warga miskin daripada yang kaya. Dan yang miskin lebih menderita akibat konsekuensi penyakit yang berkaitan dengan tembakau sehingga menimbulkan penderitaan secara ekonomi dan mengabadikan siklus kemelaratan dan penyakit,” kata laporan itu Menurut data, oenggunaan tembakau saat ini telah menyebabkan dunia mengeluarkan biaya ratusan miliar dolar AS setiap tahunnya. Di negara AS sendiri, kerugian ekonominya diperkirakan mencapai sekitar 92 milar dolar AS per tahun. (sumber : www.kompas.com)